Feeds:
Pos
Komentar

BESOK KAN CERAH

Tiris eh..seharian tadi hujan, berlanjut mendung menjelang berbuka. Dingin..mo ngapa-ngapain juga males. Padahal sudah dikejar progress pekerjaan di kantor. Tapi karena hujan mo gimana ?. Kalaupun memaksakan para pekerja untuk bekerja. Yah..kasian, khawatir malah terjadi kecelakaan kerja.
Selesai sahur lanjut sholat witir yang semalam sengaja di tunda. Selesai sholat subuh niat mo lanjut ngeblog dikalahkan oleh seksinya bantal sama Kasur yang memaksa saya untuk memeluknya erat-erat karena dinginnya subuh gak tertahankan dengan gemricik gerimis yang mulai deras.
Semalam begadang nyelesaiin pekerjaan dilanjut nonton bola walaupun pada akhirnya saya yang dipantengin televisinya. Dan hari minggu ini akhirnya kesiangan bangunnya (biasanya juga bangun siang ding..hehe.). Niatnya mo pergi ke kantor tapi berhubung masih hujan terpaksa lanjut tidur lagi. Lanjut Baca »

Iklan

Menahan Rindu

Rindu itu ketika sesuatu yang sangat berarti tidak ada pada saat dibutuhkan.
“Kamu yang jauh disana gimana kabarnya ?”
“Baik-baik kan”
“Saya lihat di wall facebook mu..lagi sakit ya ?”
“Cepet sembuh ya. . .jangan lupa jaga makannya, dijaga kesehatannya, jangan lupa istirahatnya”
“tau gak. . .saya mo ngomong apa ?”
“Saya sayang kamu, cinta kamu, rindu kamu”

Cuman bisa ngomong dalam hati..menahan kerinduan agar rasa ini tidak berkembang sebelum waktunya. Doa terbaik untuk mu #nae

Sakha Ardhatama – Sampai sekarang saya belum cukup mengerti kenapa tiga tahun berselang kakak ku memberi nama anak keduanya “Sakha”.  Teringat kala itu Sakha lahir ketika di bulan puasa tahun 2011 (menjelang lebaran) sewaktu saya jalan-jalan ke Bitung – Sulawesi Utara ke tempat kakak. Sedangkan Sakha lahir di Kota Pekalongan – Jawa Tengah.  Cukup jauh Sulawesi – Jawa. Dan tahun ini tahun pertama saya benar-benar memutuskan untuk kembali ke pulau ke lahiran saya “Jawa”. Jadi hari ini kali pertama saya bisa bareng – bareng menjumpai ulang tahun ke – 3 keponakan saya yang lucu “Sakha”.
Lanjut Baca »

Masih pada ingat ini lagu siapa.?

Lagu ini ngingetin sewaktu berada di Jakarta pas Prakerin dulu. Bergelut dengan alat-alat laboratorium uji Beton, dengan ditemani lagu Naff-Akhirnya Ku menemukanmu. Nah kali ini lagu ini mewakili perasaan hati. Bersyukur karena bisa dipertemukan dengan seorang wanita yang cantik, yang semangat dalam pendidikan karakter generasi penerus bangsa. #alhamdulillah.

Menyatakan komitmen untuk bersamanya.
Taulah dari dulu saya cukup membatasi untuk mengenal lebih dalam tentang perempuan karena tidak ingin mempengaruhi kegiatan perkuliahan saya. Dan sekarang Alhamdulillah setelah menyelesaikan kuliah, sudah saatnya untuk serius mencari perempuan pendamping. #eh.
Jauh – jauh hari bahkan sebelum ingin mencari dan mengenal lebih dalam tentang perempuan apalagi berkomitmen. Saya selalu berdo’a agar bisa mendapatkan perempuan yang baik sesuai dengan harapan saya. Walaupun tidak ada seorangpun yang sempurna. Tapi berdo’a agar mendapat yang baik dari yang terbaik tidak ada salahnya. Dan Allah mengabulkannya. #alhamdulillah
Dan sekarang sudah saya putuskan untuk menambatkan hati padanya. Sosok yang lucu, baik yang lebih saya suka karena semangatnya dalam pendidikan karakter generus bangsa dan masih banyak hal-hal lainnya.

Kerinduan itu jelas ada dengan  jarak yang memisahkan Antara aku dan dengannya. Toh begitu do’a terbaik selalu ada untuknya.

Nae “Mendoakan mu dari kejauhan”.

Musim Nikah

Dua minggu terakhir ini saya sempet putar arah jika melewati beberapa jalan. Entah itu ketika menuju kantor, ke tempat pengajian ataupun pergi jalan-jalan. Bukan karena jalannya rusak ataupun karena sedang ada perbaikan selokan. Tapi di portal karena ada nikahan.
Awalnya heran bagaimana mungkin satu gang acara nikahan berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain dari hari ke hari.
Ternyata bukan hanya saya saja yang berpendapat demikian. Kakak saya pun mengungkapkan hal yang sama. Sempat dibuat kesel ketika harus putar arah ataupun mencari jalur yang lebih jauh ketika harus menuju tempat tujuan.
Gak cuman kesel karena harus putar arah. Ada juga beberapa teman yang kesel karena terlalu banyak undangan numpuk dirumahnya. Memang sih ini kabar baik, tapi kenapa harus berurutan datangnya undangan hajatannya.
Saya pun hanya tersenyum. Benar saja apa yang dibilang oleh orang tua. Bulan Ruwah (bulan jawa sebelum puasa) itu bulan nikahan “musimnya kawin nikah”.
Entah apa pertimbangan dari orang-orang dulu sehingga mengakar hingga sekarang bulan ruwah bulanya nikahan.
Kali saja saumpama bulan puasa sudah ada pendamping hidup, jadi lebih asyik. Ada yang nglayanin sewaktu berbuka, ada yang bangunib sewaktu sahur. Hadehhh…mupeng kalo dah mikirib yang kayak ginian.
Gak cuman mereka alhamdulillah kakak kandungpun juga merencanakn prosesi pernikahan dibulan ini sebelum puasa. Semoga saja diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam prosesinya…amiiin. Doa yang sama untuk sahabat baik saya yang tetehnya mo nikahan di Bandung
Dan saya.. 😀

Sudah cukup lama, tidak nguldate blog ini. Semenjak berada di Jawa setelah kepindahan dari Sulawesi banyak hal yang sudah tercatat dibuku harian namun belum sempat menuangkan lebih rapi di office word. Dari mulai pengalaman pertama bergulat dengan dunia konstruksi yaitu proyek pengembangan cabang di Pandeglang sampai sekarang berpindah ke Tangerang.
Aktifitas di pekerjaan cukup banyak menyita waktu, sampai terkadang harus pulang larut malam hanya karena mengejar target selesai pekerjaan.
Bekerja kuat diwaktu muda memang terkesan bagus, tidak serta merta demikian. Ada hal yang tidak kalah penting dibanding urusan pekerjaan yaitu ibadah. Sesibuk apapun itu tidak boleh lupa kewajiban untuk sholat wajib 5 waktu. Dan juga perlu di reschedule untuk urusan charge keimanan *ngaji*.

image

Terkadang melelahkan dengan ini semua, tapi harus terus semangat. Semuanya harus diniati untuk Ibadah. Insya Allah pertolongan dan kemudahan akan selalu ada. Innallaha ma’ana.
*selasa, 20 Mei 2014*
Duduk santai diatas bambu dinaungi langit mendung. Selamat menunaikan ibadah Sholat magrib untuk daerah Tangerang dan sekitarnya.

SENYUM PAGI

Selamat pagi..pagi sekali. Bangun pagi, segera menunaikan kewajiban sholat subuh. Gak lupa jalan-jalan pagi menghirup segarnya udara pagi yang belum tercampur dengan debu, serta karbonmonoksida yang bercampur dengan deruan kendaraan berlalu lalang. Tak lupa lantunan dzikir menghiasi bibir ini sembari menikmati indahnya suara nyanyian burung-burung cici.
Pagi hari memang harus selalu bersemangat. Semangat dipagi hari akan menentukan kinerja kita satu hari ke depan, jadi inputkan energy positif ke dalam pikiran kita, jangan lupa senyumannya. 😀 :p :v